Subhanallah.. Tidak terasa diri ini telah semakin dewasa.. Diri ini sudah mulai menjajaki fase baru yaitu sebagai seseorang mahasiswa di perguruan tinggi.. Tak terasa pula segala yang telah dilalui.. baik itu suka, duka, kebaikan maupun keburukan.. semua itu sebetulnya kita alami agar diri ini menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, agar diri ini lebih mengerti mana yang lebih penting untuk dilaksanakan dari berbagai hal yang terkategorikan sebagai hal penting di diri ini. “Tuhan YME selalu menguji hamba-Nya agar hamba-Nya menjadi pribadi yang lebih kuat dari waktu ke waktu, lebih cermat, lebih bisa mendayagunakan diri dengan maksimal demi meraih kesuksesan baik dunia maupun akhirat.”
Mahasiswa adalah fase dimana hendaknya kita bisa memposisikan diri ini sebagai pribadi yang berkontribusi secara aktif dalam berbagai kehidupan sosial di masyarakat kampus dan juga di lingkungan masyarakat secara umum, mendayagunakan semua ilmu yang telah diperoleh untuk kepentingan masyarakat secara umum dan pribadi secara khususnya. Mahasiswa merupakan salah satu tonggak terpenting dalam kemajuan suatu bangsa.. seperti ungkapan.. “Jikalau ingin mengetahui kualitas suatu bangsa, lihatlah kearah pemuda-pemudanya”
Oleh karena itu “kita sebagai mahasiswa tidak cukup bila hanya memiliki kelebihan di bidang akademis yang biasa disebut dengan IQ namun diperlukan pula beberapa faktor lain yaitu berkaitan dengan spiritualitas diri yang kuat terhadap Tuhan YME yang biasa disebut dengan SQ dan juga kemampuan sosial dan manajemen komunikasi yang baik yang terkait dengan EQ seseorang..” ketiganya haruslah seimbang dan selaras agar tujuan dan cita-cita mahasiswa dapat tercapai dengan sempurna.
Berdasarkan hal-hal diatas maka disimpulkan bahwa diperlukannya suatu mata kuliah yang dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menkaji agar daya tanggap, persepsi dan penalaran kita sebagai mahasiswa dapat terus menerus ditingkatkan dari waktu ke waktu sehingga diri ini lebih peka terhadap berbagai masalah di lingkungan sosial dan mampu menempatkan diri secara tepat. Mata kuliah tersebut adalah ILMU SOSIAL DASAR.
ILMU SOSIAL DASAR diadakan sebaga mata kuliah yang bertujuan agar kita sebagai mahasiswa dapat:
1. Lebih memahami secara penuh akan adanya berbagai masalah dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Peka dan berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi masalah-masalah yang ada di kehidupan bermasyarakat.
3. Sadar bahwa suatu masalah sosial yang ada bersifat kompleks dan hanya bisa dipahami dengan sikap kritis.
Maka dengan ini lengkaplah sudah betapa pentingnya ILMU SOSIAL DASAR sebagai mata kuliah dasar umum yang bertujuan untuk menjadikan diri seorang mahasiswa lebih baik dan lulus dengan 3 keahlian utama yang penting dalam masyarakat.. yaitu kemampuan akademik, kemampuan profesi dan kemampuan pribadi.
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A. PENDUDUK MASYARAKAT
Waktu silih berganti, dari hari ke hari, jam ke jam, menit ke menit bahkan tiap detik semua mengalami perubahan, entah itu bersifat disengaja maupun tidak. Perubahan akan terus berjalan selama waktu terus berputar.. Begitu pula dengan masalah kependudukan.. Kita mungkin tidak menyadari bahwa setiap waktu terdapat satu insan manusia baru yang terlahir dimuka bumi ini, begitu pula sebaliknya, kita mungkin juga tidak bahwa setiap waktu terdapat manusia yang dipanggil ke sisi Tuhan YME.. Subhanallah.. Tuhan Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Cermat mengatur segala yang ada di langit dan bumi ini..
Adanya pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan pergeseran sistem mata pencaharian hidup dari masing-masing insan manusia yang tadinya bersifat homogen menjadi kompleks. Hal ini begitu berpengaruh dalam usaha manusia untuk tetap mempertahankan diri ditengah arus globalisasi seperti saat ini, dimana jikalau secara logika diibaratkan bahwa “semakin berat suatu muatan, maka semakin besar daya yang diperlukan untuk menggerakkan muatan tersebut”. Hal ini selaras dengan dinamika pertumbuhan penduduk yang mengharuskan manusia untuk menata ulang kehidupan mereka agar segala kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara maksimal dan tak ada kekurangan sedikitpun.
Sebenarnya faktor-faktor penting yang berpengaruh dalam perkembangan penduduk ialah menyangkut beberapa faktor demografi sebagai berikut:
1. Kematian (mortalitas)
Terdiri atas:
a. Tingkat kematian kasar (crude death rate)
b. Tingkat kematian khusus (age specific death rate)
2. Kelahiran (fertilitas)
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yaitu:
a. Sulitnya memperoleh angka statistik lahir hidup, hal ini dikarenakan banyaknya bayi-bayi yang meninggal setelah proses persalinan sehingga tidak tercatat dalam peristiwa kelahiran.
b. Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali)
c. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
d. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita memiliki kemungkinan untuk melakukan.
3. Migrasi (perpindahan penduduk)
Biasanya disebabkan akibat keadaan alam yang kurang menguntungkan yang menimbulkan terbatasnya sumber daya yang dapat mendukung penduduk di wilayah tersebut dan terbatasnya pula perkembangan ekonomi wilayah tersebut yang berujung pada stagnansi peradaban wilayah tersebut.
B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
“Kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari bangsa itu sendiri” sebuah kalimat prolog yang bagus untuk mengawali sub bab ini.. dan memang kalimat tersebut benar adanya. Hal ini dikarenakan budaya memegang peranan penting dalam membentuk citra suatu bangsa di mata dunia dan budaya itu mempengaruhi individu-individu untuk mencitrakan kepribadian mereka secara langsung maupun tidak langsung sebagai upaya untuk bersosialisasi dengan kehidupan luar dan secara tidak disadari telah membentuk paradigma kebudayaan bangsa yang khas dan spesifik.
Pertanyaannya ialah..
“Apakah sebegitu besarnya pengaruh kebudayaan terhadap nilai-nilai kepribadian seseorang?? Dan pada sisi manakah kebudayaan dapat memberikan andil besar terhadap kepribadian seseorang??”
Jawabannya ialah sebagai berikut..
“bahwa kebudayaan telah dianggap sebagai hal yang logis oleh masing-masing individu sehingga mereka pun berfikir bahwa mengikuti budaya yang telah ada dapat mencerinkan nilai-nilai kelogisan dan keselarasan hidup..”
Namun, alangkah baiknya, perlu dicatat berbagai poin penting berkenaan dengan jawaban diatas, yakni sebagai berikut:
a. Sebuah budaya tidak selalu dikatakan logis secara mutlak namun harus tetap memperhatikan nilai-nilai etika yang ada dalam masyarakat.. hal ini bisa menyinggung kepada permasalahan klasik di negeri ini, yakni korupsi.. apakah korupsi itu budaya?? Seharusnya tidak!! Maka perlu didasari dengan hukum yang kuat dan penalaran yang kritis tentang dampak2 yang mungkin dapat diakibatkan berkenaan dengan suatu budaya yang ada.
b. Sebuah budaya hendaknya tidak memanipulasi diri dan kepribadian seseorang secara menyeluruh, ini berarti diperlukannya sebuah filter dari diri sendiri guna menghindari dampak negative yang ditimbulkan oleh suatu budaya yang tengah berkembang di kala itu.
c. Sebuah budaya hendaknya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai social dan spiritualitas moral yang tinggi, agar budaya yang tercipta tidak menjadi suatu feedback yang buruk bagi bangsa itu sendiri secara umum dan khususnya bagi pribadi-pribadi manusia itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar